Thursday, January 22, 2009

work at home

Di era informasi saat ini sepertinya sudah mulai banyak orang yang bekerja dari rumah. Bebas dari kemacetan dan polusi, tidak ada tekanan dari atasan ataupun karena ingin dekat dengan keluarga bisa menjadi alasan seseorang memilih untuk bekerja dari rumah.

Masalah pertama dari mengelola bisnis di rumah adalah tidak ada boss yang berdiri untuk memastikan pekerjaan selesai. Sangat mudah jika kita ingin menonton TV sebentar di sela-sela pekerjaan kemudian kembali bekerja atau malah terbuai dan melupakan hal-hal yang harus dilakukan agar bisnis tetap hidup

Berikut ini adalah tips bagi orang-orang yang bekerja dari rumah:


1. Sistem kerja pribadi

Buatlah struktur waktu yang mirip dengan yang biasa dilakukan di tempat kerja, misalnya dari jam 08.00 sampai jam 16.00, istirahat jam 12.00-13.00. Anda mempunyai waktu mulai dan selesai yang jelas dengan pembagian waktu yang spesifik juga. Disarankan menggunakan awal waktu untuk memprospek klien baru, mengirim email atau menulis surat, sehingga kita tidak lupa untuk melakukannya nanti.

Buatlah daftar pekerjaan harian yang harus dikerjakan (to do list). Perjuangkan untuk menyelesaikan daftar tersebut sebelum akhir jam kerja kita.


2. Informasi dan komunikasi

Bawalah event organizer kemanapun kita pergi. Pertimbangkan untuk membeli blackberry atau semacamnya, jadi kita bisa tetap dihubungi oleh orang lain sekaligus memeriksa hal-hal apa saja yang harus kita lakukan hari tersebut, atapun merancang apa yang akan kita lakukan nanti.

Simpanlah data di virtual server di internet. Hal ini untuk memudahkan jika suatu saat butuh data, kita jadi bisa download di mana saja selama ada koneksi internet.


 3. Atur waktu dengan keluarga
Selain kehidupan profesional, tapi sebenarnya kita juga punya keluarga.

4. Memotivasi diri
Motivasi adalah sumber tenaga utama kita. Selalu perbaharui motivasi Anda, bisa karena ingin membahagiakan keluarga, bisa juga karena sebagai bentuk lain pengabdian terhadap Allah SWT. Jangan memotivasi diri karena uang, karena sebagai bisnis owner prinsip seharusnya adalah uang bekerja untuk kita.

5. Ambil istirahat sejenak
Bekerja terus tanpa henti akan membuat jenuh, beristirahat sebentar akan mengembalikan mood

6. Belajar banyak hal
Ketika bekerja di rumah dan tidak memiliki siapapun yang membantu, maka kita harus mau belajar banyak hal seperti mengurus pajak, mengelola keuangan, menulis surat dan lain-lain. Mudah-mudahan semakin lama bisnis semakin bagus sehingga bisa menyewa orang lain untuk membantu.

7. Membangun jaringan
Seperti yang dikatakan oleh Robert Kiyosaki, "orang-orang kaya membangun jaringan". Bangunlah jalur komunikasi dengan orang lain yang memiliki bisnis yang sama dengan kita, secara formal maupun informal. Hal ini adalah cara yang baik untuk mendekatkan kita pada pihak-pihak yang bisa membantu mengembangkan bisnis kita seperti supplier atau calon klien potensial.

8. Pertimbangkan pindah ke luar rumah
Bagi banyak orang, bekerja di rumah adalah sebagai batu loncatan saja karena untuk menjaga pengeluaran tetap rendah. Suatu saat ketika bisnis berkembang, bersiap-siaplah untuk menyewa tempat lain.

OK.. sekian dulu. Pertanyaan mengenai artikel ini bisa dikirimkan lewat email ke: syamsulhadi@live.com atau lewat comment.


Sunday, January 18, 2009

paddyjournal volume 1

Paddyjournal volume 1 memuat tulisan tentang tips menguasai matematika dan permainan matematika.

1. klik di link untuk mulai melakukan download

paddyjournal vol 1

2. extract
3. baca menggunakan adobe reader
Friday, January 16, 2009

Blog untuk pembelajaran

“The goal is to make the teacher to teach less, and the learner to learn more”

Schramm

Saya perhatikan sejak program Jardiknas diluncurkan pada tahun 2007, perhatian Departemen Pendidikan Nasional mengenai penggunaan teknologi informasi sangat meningkat.

Sekitar akhir Desember tahun 2008 yang lalu saya menjadi salah satu trainer untuk pelatihan pembuatan Blog untuk pembelajaran. Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Inggris kota Bogor.

Kebetulan pada tahun 2006 saya pernah melakukan penelitian terhadap 89 mahasiswa tentang penggunaan internet untuk penyebaran informasi. Ketika dikaitkan dengan kemampuan akademis mahasiswa, ternyata mahasiswa yang mencetak (print) materi dari internet mendapatkan nilai akademis yang lebih baik daripada mahasiswa yang hanya melihatnya di komputer saja. Kendala biaya yang lebih mahal untuk print materi adalah salah satu alasan kenapa mahasiswa tidak mencetak materi tersebut.

Saya sangat bersyukur Depdiknas telah membuat langkah yang cukup baik dengan mensosialisasikan teknologi informasi untuk dunia pendidikan, bagaimanapun juga ini adalah sebuah kemajuan.

Semoga dukungan fasilitas internet dan komputer untuk sekolah-sekolah akan semakin meningkat juga, karena membuat blog sekali jalan saja tidak cukup, guru-guru perlu mengelola blognya dan siswa-siswa juga perlu untuk mendapatkan hasilnya.

Tuesday, January 13, 2009

matematika SMP

Matematika SMP adalah pengantar untuk materi matematika di SMA.

Disarankan bagi siswa yang merasa kesulitan di SMA, cobalah menghayati kembali materi matematika SMP.

Materi kelas 8 (SMP):
Lingkaran

Matematika SD

Under construction.....

Bagian ini untuk matematika SD
Wednesday, January 07, 2009

menghayati pekerjaan

Ada sebuah perusahaan farmasi di Jepang yang hampir bangkrut. Untuk menyelamatkan perusahaan tersebut, hampir seluruh karyawan dan karyawatinya diliburkan beberapa bulan. Namun mereka tidak istirahat di rumah, mereka dikirim ke klinik-klinik dan rumah sakit-rumah sakit untuk melihat bagaimana orang-orang di rumah sakit yang menderita dan membutuhkan pertolongan itu dirawat dan diobati oleh paramedis. Banyak di antara pasien-pasien tersebut yang tertolong, namun banyak pula yang kemudian cacat, mati dan tidak tertolong lagi.

Tiga bulan kemudian semua karyawan dan karyawati itu dipanggil kembali untuk bekerja memproduksi berbagai jenis obat-obatan. Selang enam bulan, perusahaan itu telah tumbuh kembali dengan sangat pesat dan mengagumkan. Ketika salah satu karyawan di sana ditanya, “Mengapa perusahaan ini bisa berhasil?” Ia menjawab, “Ketika saya meracik obat, saya tidak berpikir sedang bekerja pada perusahaan ini, tetapi saya membayangkan ibu saya sendiri yang sedang saya obati.”

Tulisan ini saya ambil dari buku ESQ Power.
http://www.esq.co.id