Tuesday, May 12, 2009

Rumah makan dan tukang bakso

Di dekat rumahku ada sebuah rumah makan khas sunda. Letaknya tepat di sebrang jalan raya dari bengkel favoritku.

Rumah makan itu sudah hampir satu tahun berdiri, tapi kelihatannya sepi-sepi aja tuh. Padahal kalo dicermati, dia py byk keunggulan. Pertama, lokasi dkt sekolah, kedua, punya neon sign, ketiga bentuk bangunannya unik (atapnya seperti rumah tradisional sunda, keempat lokasinya juga persis di pinggir jalan raya Sindangabarang Loji yg ramai.

Kelemahannya: 1. Tempat parkirnya kurang luas. Padahal klo mau incar segmen menengah ke atas seperti produk mereka yg unik, harusnya ada tempat parkir yng memadai. Kedua, baliho promosi sekolah jauh lebih besar dari neon sign, jadinya neon sign pun jadi kurang terlihat.

Beberapa minggu yg lalu di sebelah bengkel favoritku muncul counter bakso. Cukup bersahaja, hanya menyediakan satu meja kecil, tapi pembelinya bisa dibilang lebih byk daripada rumah makan di sebrang jalan. Itu karena org2 yg menunggu motornya diservis membeli bakso tersebut dan memakannya di bangku tempat tunggu pelanggan bengkel. Hal ini memberikan keuntungan utk penjual bakso tersebut karena mereka jadi tidak perlu menambah bangku dan menambah ruangan sew sehingga fixed cost bisa ditekan.

Adabeberapa hal yg mgkin masih jadi pertanyaan. Pertama, kenapa setelah satu tahun sepi pengunjung, rumah makan tidak bangkrut atau ditutup.

Rumah makan tersebut tidak ditutup, mungkin karena modalnya masih cukup utk bertahan dalam kerugian, ini bisa terjadi klo tempatnya memang bangunan pribadi. Lumayan, sambil berdoa mudah2n thn depan keadaan bisa membaik. Bahkan perusahaan2 besar seperti mobile-8 yg sedang rugi pun masih bertahan.

Kedua, apakah suatu saat nanti penjual bakso akan bangkrut?
Saya berpikiran seperti ini karena ternyata rasa bakso masih standar, ga ada istimewanya yg menjadi alasan orang ingin membeli lg. Mesti ada inovasi produknya.

Mmm.. sekian pengamatan hari ini. Ini hanyalah sebuah catatan, mudah2n bermanfaat utk yg membacanya.

www.syamsulhadi.co.cc
Saturday, February 21, 2009

Hidup yang Ajaib

Erbe Sentanu

Sebuah keajaiban besar telah terjadi dalam hidup saya. Sekitar 6 tahun berumah tangga, saya dan istri saya, Veve, belum juga dikaruniai anak. Dalam sesi konsultasi, seorang androlog senior di Jakarta menyatakan bahwa saya mandul. Tak ada sperma di dalam air mani saya. Nol persen, katanya. "Pabrik benih" di dalam tubih saya sudah tutup, tak lagi berproduksi. Tragisnya, menurut dokter tersebut, hal ini mustahil untuk diperbaiki lagi.

Kami terkejut tentu saja. Namun untunglah "otot syukur" saya saat itu masih cukup kuat untuk merespons dokter dengan kalimat Alhamdulillah di dalam hati, yang memberi saya ketenangan dan kekuatan. Saya bersyukur karena akhirnya saya mengetahui 'duduk perkara' mengapa selama ini saya belum memperoleh keturunan.

Kini kami sudah mendapat setengah dari pemecahannya. Setengahnya lagi adalah melakukan apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki situasi. Maka, siang malam dalam setiap doa dan waktu latihan alphamatic brainwave saya membayangkan kehadiran buah hati kami dengan sepenuh hati. Pikiran tentang ketidakmungkinan (fakta bahwa 'pabrik benih' saya tutup, misalnya) tentu sering mengganggu. Tetapi dengan beberapa sesi alphamatic brainwave, pikiran itu pun sangat jauh berkurang. Hati menjadi ikhlas. Nah, dalam kondisi ikhlas seperti itu, saya banjiri hati saya dengan niat dan permohonan kepada Tuhan untuk mendapatkan keturunan. Saya lakukan semua ini dengan tekun dan tawakal.

Tiga minggu kemudian, keajaiban itu terjadi. Saat konsultasi rutin, dokter memandangi hasil pemeriksaan laboratorium saya. Ia menggeleng-gelengkan kepala. "Ini tidak mungkin," katanya. "Dari nol persen menjadi 30% hanya dalam tiga minggu? Tak mungkin!".

Rupanya dokter saya lupa: tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan! Kontan, otot syukur saya seperti mendapatkan dorongan kekuatan baru. Dan saya langsung merespons: Alhamdulillah... sekitar setahun kemudian, bayi mukjizat itu pun lahir. Kami beri ia nama Shankara Premaswara, yang artinya "suara cinta yang bijaksana".

Tak ada yang mustahil bagi Tuhan,Alphamatic brainwave dan otot-otot syukur merupakan rahasia kebahagiaan hidup yang selalu saya aplikasikan untuk meraih berbagai tujuan hidup: kesuksesan karier, kesehatan tubuh, hubungan keluarga, membantu orang lain,ilmu pengetahuan dan spiritualitas.

----------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel ini berasal dari Buku Quantum Ikhlas yang ditulis oleh Erbe Sentanu. Bisa didapatkan di toko buku terdekat.
Monday, February 09, 2009

Great Teacher

Waktu jaman SMA dulu (sekitar tahun 2000), ada komik Great Teacher Onizuka. Kemarin teman SMA saya berkata bahwa terlepas dari stylenya Onizuka dan bumbu komik tersebut, Onizuka adalah guru yang hebat. Onizuka bisa memahami siswanya dengan caranya sendiri sehingga mampu memotivasi mereka.

Apakah kita perlu kemampuan mendidik?
Ketika kita ditanya mengenai kemampuan mendidik, maka kemampuan itu tidak saja diperlukan oleh para guru, tapi juga oleh orang tua dan para pelaku bisnis. Orang tua perlu mendidik anaknya, bahkan para bisnisman juga perlu melakukan edukasi pelanggannya, para manajer perlu melakukan edukasi pada anak buahnya.

---- artikel ini belum selesai, nanti saya lanjutkan lagi......maaf masih berantakan... masih nyari ide tambahan....


www.syamsulhadi.co.cc
Saturday, January 31, 2009

TIPS: Enam cara untuk memberi kesan kualitas

Seorang tukang obat di pasar berteriak

"Obat ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit dengan segera. Harganya murah, kualitasnya bagus... Percayalah!"

Namun apa yang terjadi, apakah kita yang mungkin kebetulan melihatnya akan berpikiran bahwa obat itu benar-benar memiliki kualitas seperti itu?

Konsumen yang mendengar kata “kualitas” setiap saat akan seringkali merasa bahwa perusahaan itu menjual produk yang berkualitas rendah.

Dalam pengertian ini, kualitas adalah seperti kepercayaan. Jika seorang penjual memaksa menyatakan “Anda bisa percaya kepada saya”, hal ini seringkali menjadi indikator kewaspadaan kita supaya berhati-hati.


Demikian juga jika sebuah perusahaan terlalu langsung dalam menyatakan atau mengiklankan “kualitas”, konsumen bisa saja mengabaikan pernyataan tersebut atau malah menjadi curiga tentang hal itu.


Jadi, yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana kamu membuktikan produk atau jasa kamu adalah sesuatu yang menjanjikan? Berikut ini adalah tips untuk memberikan kesan kualitas produk atau jasa kamu.


1. Pilih kata-kata kamu secara hati-hati
Menggambarkan sesuatu sebagai sesuatu dengan “kualitas tinggi” sebenarnya membatasi pesan kamu. Daripada mengatakan “kualitas tinggi”, pilihlah istilah premium atau tidak tertandingi. Semakin mahal produk kamu relatif pada persaingan produk, maka sebaiknya istilah yang digunakan semakin rumit.

Dan juga, berhati-hatilah sebelum kamu menempatkan kata “kualitas” pada motto produk. Produk berderajat tinggi memiliki kepentingan dari

2. Katakan dan tunjukkan
Jika produk kamu lebih mahal daripada produk saingan, apa sih yang membolehkan kamu memberi label lebih mahal? Itu bisa segala hal dari mulai kekuatan bahan mentah kamu sampai proses quality control. Orang-orang sekarang berhati-hati dengan pernyataan yang belum dibuktikan kebenarannya.

Teknik seperti ini dalam periklanan seringkali dilihat ketika sebuah produk dalam iklannya menunjukkan pabriknya ataupun konsep pengolahan produknya. Misalnya pada iklan Aqua yang menyatakan bahwa untuk memproduksi air dalam kemasan tersebut menggunakan lebih dari 20 tahap, oleh karena itu Aqua berbeda dengan air dalam kemasan lainnya, memberi kesan jauh lebih berkualitas. Kemudian, produk yang memiliki kesan kualitas bisa dengan mudah memiliki harga lebih tinggi.


3. Jangan pelit pada tampilan foto
Ada peribahasa yang menyatakan bahwa sebuah gambar akan bercerita seribu kata. Ketika mempromosikan produk, gambar yang berkualitas baik akan memberi kesan keseriusan seorang produsen dalam pelayanannya. Kesan keseriusan ini kemudian akan memberikan kesan kualitas sehingga mendatangkan kepercayaan pada produk atau jasa kita.

4. Komitmen pada segmentasi pasar kamu
Kalau kamu memiliki segmen pasar dengan kualitas tinggi, maka kamu akan sangat sulit bahkan mungkin tidak bisa sekaligus menjadi produk yang murah. Dengan kata lain produk berkualitas tinggi tidaklah murah, kecuali mungkin untuk pengusaha yang menggunakan ini sebagai promosi, produk percobaan atau bahkan mungkin untuk menjatuhkan pesaingnya.

Kualitas tinggi akan sebanding dengan harganya. Oleh karena itu, digunakanlah kata-kata “terjangkau”, atau “bernilai”, dan hindarkanlah kata-kata produk paling murah karena hal itu akan memberikan konotasi kualitas murahan.

5. Perbaiki terus cara memberikan pesan dan penampilan
Sebuah perusahaan yang berkualitas adalah perusahaan yang percaya diri dan konsisten dalam segala hal. Tidak pernah terlihat panik.

Hal terbaik untuk menghindari kepanikan adalah dengan cara menulis strategi pemasaran produk dan kampanye iklan, kemudian jalankan sesuai dengan rencana. Hal ini berlaku untuk semua perusahaan, dan tentu saja sangat penting bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dengan strategi “kualitas”.

6. Hal kecil akan memberikan arti yang banyak
Kualitas terletak pada detail. Cetaklah kartu nama, brosur dan berbagai materi promosi lainnya pada kertas berkualitas premium. Perhatikan pada semua hal yang kamu katakan dan lakukan. Jika seorang konsumen potensial melihat ada suatu hal yang tidak konsisten, mereka akan berpikiran bahwa pernyataan kamu mengenai kualitas hanyalah sebuah slogan kosong, tidak peduli apapun yang kamu katakan.

Kamu mungkin harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk mendapatkan hasil lebih besar.

Hal yang paling penting sebenarnya adalah mengenal calon konsumen kamu. Calon konsumen perlu merasakan manfaat dari biaya tambahan yang dikeluarkan oleh mereka ketika membeli produk “high-end”, hal ini untuk memberikan rasa nyaman kepada mereka atas keputusan pembelian mereka. Buatlah mudah untuk mereka dan kamu akan mendapatkan keuntungan dari kesetiaan merk di masa depan.

Artikel ini ditulis berdasarkan tulisan John Williams yang berjudul “6 Ways to Convey Quality”. dari Entrepreneur magazine.

http:www.syamsulhadi.co.cc


Monday, January 26, 2009

Tips: Pengelolaan keuangan keluarga

Tujuan pengelolaan keuangan keluarga ada dua macam. Pertama supaya tidak kekurangan uang. Kedua adalah untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga. Berikut ini adalah 12 tips pengelolaan keuangan keluarga yang saya dapatkan dari berbagai sumber.

1. Rencanakan pengeluaran dan pemasukan bulanan.
Sesuaikan dengan besarnya pendapatan kita. Komunikasikan rencana keuangan dengan seluruh anggota keluarga supaya tujuan-tujuan keuangan keluarga akan lebih mudah tercapai.

2. Jaga kesehatan dan kebersihan.
Seperti kata pepatah, "Mencegah lebih baik daripada mengobati", menjaga tubuh tetap sehat berarti menghindari pengeluaran besar tak terduga. Makan teratur, tidur teratur, dan olah raga teratur.

3. Kelola arus kas (cashflow)
Pertama menerima gaji,tabungkan 10% kemudian bayarlah cicilan-cicilan kredit, premi asuransi dan sisanya untuk keperluan hidup. Manfaatkan THR dan bonus untuk menambah tabungan atau investasi kita.

4. Pisahkan rekening untuk tabungan dengan rekening hidup.

5. Jauhi merokok. Kita akan kehilangan banyak uang yang telah susah payah kita dapatkan.

6. Usahakan untuk selalu makan pagi di rumah.
Makan pagi di tempat kerja atau sekolah memaksa kita mengeluarkan uang lebih banyak. Jika memungkinkan, membawa bekal dari rumah untuk makan siang juga akan sangat menguntungkan. Contoh: Jika dalam satu bulan ada 20 hari kerja,mengeluarkan minimal Rp 8.000 untuk sekali makan siang. Maka jika dalam 20 hari kita membawa bekal dari rumah, kita bisa mendapatkan dana ekstra sebesar Rp 160.000.

7. Hati-hati dengan hutang atau kartu kredit.
Jika tidak sangat terpaksa, batasi cicilan hutang maksimal 30% dari pendapatan.

8. Persiapkan dana untuk mudik.
Sisihkan maksimal 10% dari gaji untuk dana mudik.

9. Miliki sumber pendapatan lain.
Pendapatan lain sangat berguna jika sewaktu-waktu Hati-hati dengan penipuan.

10. Pelihara atau bersihkan secara teratur sepatu, tas, kendaraan dan barang-barang yang biasa Anda gunakan agar tetap baik dan tahan lama sehingga akan menghemat pengeluaran.

11. Hematlah listrik dan energi, misalnya dengan mensetrika pakaian bila jumlahnya cukup banyak. Hindari menstrika baju setiap hari hanya 2-3 potong.

12. Tunaikan zakat dan berikanlah shodaqoh. Zakat dan shodaqoh justru akan mengembangkan harta kita, tunaikan sesuai ketentuan. Disarankan membaca buku-buku


Semoga bermanfaat, pertanyaan mengenai artikel ini silahkan kirim lewat comment di blog ini.

Request artikel juga boleh..

Friday, January 23, 2009

Mathematics and Martial Arts

Belajar matematika mirip dengan belajar seni beladiri, semakin sering berlatih insya Allah kemampuan pun akan semakin baik.



Video di atas ini adalah salah satu event di Lembaga Seni Beladiri Hikmatul Iman. Tidak ada kaitan sama sekali dengan related video yang muncul di akhir box youtube video tersebut.

LSBD Hikmatul Iman Bogor latihan rutin di Kampus IPB Diploma, keterangan lebih lanjut silahkan hubungi saya lewat email di: mr.syamsulhadi@yahoo.com
Thursday, January 22, 2009

work at home

Di era informasi saat ini sepertinya sudah mulai banyak orang yang bekerja dari rumah. Bebas dari kemacetan dan polusi, tidak ada tekanan dari atasan ataupun karena ingin dekat dengan keluarga bisa menjadi alasan seseorang memilih untuk bekerja dari rumah.

Masalah pertama dari mengelola bisnis di rumah adalah tidak ada boss yang berdiri untuk memastikan pekerjaan selesai. Sangat mudah jika kita ingin menonton TV sebentar di sela-sela pekerjaan kemudian kembali bekerja atau malah terbuai dan melupakan hal-hal yang harus dilakukan agar bisnis tetap hidup

Berikut ini adalah tips bagi orang-orang yang bekerja dari rumah:


1. Sistem kerja pribadi

Buatlah struktur waktu yang mirip dengan yang biasa dilakukan di tempat kerja, misalnya dari jam 08.00 sampai jam 16.00, istirahat jam 12.00-13.00. Anda mempunyai waktu mulai dan selesai yang jelas dengan pembagian waktu yang spesifik juga. Disarankan menggunakan awal waktu untuk memprospek klien baru, mengirim email atau menulis surat, sehingga kita tidak lupa untuk melakukannya nanti.

Buatlah daftar pekerjaan harian yang harus dikerjakan (to do list). Perjuangkan untuk menyelesaikan daftar tersebut sebelum akhir jam kerja kita.


2. Informasi dan komunikasi

Bawalah event organizer kemanapun kita pergi. Pertimbangkan untuk membeli blackberry atau semacamnya, jadi kita bisa tetap dihubungi oleh orang lain sekaligus memeriksa hal-hal apa saja yang harus kita lakukan hari tersebut, atapun merancang apa yang akan kita lakukan nanti.

Simpanlah data di virtual server di internet. Hal ini untuk memudahkan jika suatu saat butuh data, kita jadi bisa download di mana saja selama ada koneksi internet.


 3. Atur waktu dengan keluarga
Selain kehidupan profesional, tapi sebenarnya kita juga punya keluarga.

4. Memotivasi diri
Motivasi adalah sumber tenaga utama kita. Selalu perbaharui motivasi Anda, bisa karena ingin membahagiakan keluarga, bisa juga karena sebagai bentuk lain pengabdian terhadap Allah SWT. Jangan memotivasi diri karena uang, karena sebagai bisnis owner prinsip seharusnya adalah uang bekerja untuk kita.

5. Ambil istirahat sejenak
Bekerja terus tanpa henti akan membuat jenuh, beristirahat sebentar akan mengembalikan mood

6. Belajar banyak hal
Ketika bekerja di rumah dan tidak memiliki siapapun yang membantu, maka kita harus mau belajar banyak hal seperti mengurus pajak, mengelola keuangan, menulis surat dan lain-lain. Mudah-mudahan semakin lama bisnis semakin bagus sehingga bisa menyewa orang lain untuk membantu.

7. Membangun jaringan
Seperti yang dikatakan oleh Robert Kiyosaki, "orang-orang kaya membangun jaringan". Bangunlah jalur komunikasi dengan orang lain yang memiliki bisnis yang sama dengan kita, secara formal maupun informal. Hal ini adalah cara yang baik untuk mendekatkan kita pada pihak-pihak yang bisa membantu mengembangkan bisnis kita seperti supplier atau calon klien potensial.

8. Pertimbangkan pindah ke luar rumah
Bagi banyak orang, bekerja di rumah adalah sebagai batu loncatan saja karena untuk menjaga pengeluaran tetap rendah. Suatu saat ketika bisnis berkembang, bersiap-siaplah untuk menyewa tempat lain.

OK.. sekian dulu. Pertanyaan mengenai artikel ini bisa dikirimkan lewat email ke: syamsulhadi@live.com atau lewat comment.