Sekilas tentang olimpiade matematika
Sumber: Langkah Awal Menuju ke Olimpiade Matematika, Wono Setya Budhi
Statistika: Pembulatan Data
Pembulatan data pada statistik penting untuk menyederhanakan penulisan dan penghitungan, tetapi penghitungan lain ada cara tersendiri . Pembulatan data biasa dilakukan terhadap data ukuran. Beberapa aturan pembulatan adalah sebagai berikut.
- Angka lebih dari 5 dibulatkan jadi 10 pada tempatnya. Artonya ditambahkan 1 pada tempatnya.
- Angka kurang dari 5 dibulatkan jadi 0 pada tempatnya.
- Angka yang sama dengan 5 dibulatkan jadi 0 jika angka yang mendahuluinya adalah genap.
- Angka yang sama dengan 5 dibulatkan jadi 10 jika angka yang mendahuluinya ganjil.
(dua aturan terakhir disebut aturan genap terdekat)
Contoh:
525,6 dibulatkan ke satuan terdekat menjadi 526
633,5 dibulatkan ke satuan terdekat menjadi 634
72,8199 dibulatkan ke dua angka di belakang koma menjadi 72,82
72,8149 dibulatkan ke dua angka di belakang koma menjadi 72,81
58,385 dibulatkan ke dua angka di belakang koma menjadi 58,38
58,355 dibulatkan ke dua angka di belakang koma menjadi 58,36
About Me
Tips mengadakan suatu acara
Persiapan
- Tanya tujuan utama acara tersebut?
- Cek apa saja indikator keberhasilannya.
- Jika tahun lalu pernah ada acara serupa, carilah dokumentasinya.
- Susun tim yang sesuai dan bagi tugas masing-masing
- Buat penjadwalan persiapan
- Pastikan semuanya berjalan sesuai tujuan
- Jika agak sedikit melenceng dengan jadwal, tidak apa-apa selama masih bisa ditoleransi
- Berani mengambil risiko dengan memperhitungkan semua kemungkinan dan berpikir untuk mencari solusi atas semua masalah yang muncul
- Percayakan tugas kepada setiap anggota tim, tugas pimpinan adalah membuat keputusan, bukan mengerjakan semua hal.
- Pastikan kita mudah dihubungi oleh semua orang
- Evaluasi seluruh proses persiapan sampai pelaksanaan, usahakan jangan saling menyalahkan antar panitia
- Buatlah laporan pelaksanaan acara
- Simpan semua dokumentasinya dalam bentuk hardcopy dan softcopy untuk diberikan kepada panitia berikutnya
- Ucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah membantu pelaksanaan acara.
Guru Profesional
Peran guru sangat penting dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Maka itu, setiap guru harus memiliki profesionalisme dalam mendidik. Pasal 1 UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada penjang pendidikan dasar dan menengah.
“Di samping dengan keahliannya, sosok profesional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab probadi, negara dan agamanya. Selain itu, mempunyai tanggung jawab pribadi, sosial dan intelektual” jelas Dewan Penasehat PB PGRI Mohammad Surya, pembicara dalam acara seminar pendidikan dengan tema “Menjadi Guru Profesional” yang diselenggarakan di Bale Binarum Bogor pada tanggal 17 Januari 2009.
Beberapa substansi RUU Guru yang bernilai “Pembaharuan” untuk mendukung profesionalitas dan kesejahteraan guru antara lain kualifikasi dan kompetensi guru, hak guru, kewajiban guru, pengembangan profesi guru, perlindungan dan organisasi profesi sebagai wadah independen untuk peningkatan kompetensi karir, wawasan pendidikan, perlindungan profesi dan kesejahteraan.
Surya menambahkan, ada beberapa kiat untuk menjadi seorang guru profesional. Pertama, keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. Kedua, meningkatkan dan memelihara citra profesi, keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesionali yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilannya. Selanjutnya, kualitas dan cita-cita dalam profesi serta memiliki kebanggaan terhadap profesinya.
“Demikian pula percaya diri, diwujudkan dengan perilaku kinerja yang mantap, sehingga mendapat kepercayaan, dukungan dan pengakuan secara obyektif dari lingkungannya,” lanjutnya.
Sementara menurut panitia pelaksanaan seminar Hasanul Arifin, acra tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Guru Nasional dan HUT ke-63 PGRI. “Dengan adanya acara seperti ini, kami pengurus PGRI mengharapkan agar guru memahami dan memiliki ciri sebagai guru profesional. Selain itu, benar-benar melaksanakan tugasnya sebagai guru yang memiilki tujuan untuk memajukan pendidikan di Indonesia” jelasnya.
Dikutip dari Harian Radar Bogor tanggal 18Januari 2009.